Cerpen Persahabatan

Contoh cerpen persahabatan


Cerpen persahabatan merupakan salah satu jenis cerpen yang banyak dibaca oleh sebagian orang, mungkin termasuk Anda. Dan pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah cerpen persahabatan dengan Anda yang diharapkan ada guna dan manfaatnya.

Cerpen sahabat sejati


Romi, seorang remaja berusia 17 tahun adalah sahabat dekatnya Ari. Sejak duduk dibangku sekolah dasar kedua remaja ini sudah berteman dekat. Sewaktu duduk dibangku sekolah menengah akhir, persahabatan Romi dan Ari semakin erat. Meskipun selalu saja ada hal-hal yang tak terduga diluar pemikiran mereka untuk menjadi batu sandungan persahabatan mereka, namun mereka tetap menjali persahabatan dengan sangat erat.

Pada suatu hari Romi sedang diterpa masalah. Romi berusaha untuk menyembunyikan permasalahan tersebut dari Ari. Menyadari seperti ada yang tidak beres dengan temannya itu, maka Ari berusaha untuk "memaksa" Romi agar mau mencaritakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh teman dekatnya itu.

Romi memang memiliki mentalitas dan kontrol diri yang sangat baik. Kendati pada saat itu dia benar-benar sedang tersudutkan oleh masalah yang dihadapinya, namun ia tidak serta-merta mau bercerita kepada Ari apa sesungguhnya yang sedang membelit dirinya. Romi tetap tidak memberitahu Ari masalah yang sedang menerpa dia.

Disisi lain, Ari juga sangat memahami bagaimana cara berpikir temannya. Dengan berbagai cara dia mencoba mengungkap permasalahan apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh Romi. Akhirnya, Ari mendapat informasi dari salah satu anggota keluarga Romi, bahwa Romi sedang kesulitan masalah ekonomi.

Keluarga Romi memang jauh dari predikat mampu. Untuk makan saja, Romi sering membiarkan perutnya tidak terisi. Demi adik-adiknya, Romi rela menahan lapar seharian. Bagi Romi, yang terpenting dengan segala kekurangan dia masih berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di banku sekolah menengah akhir. Baginya, itu sudah sangat berarti.

Ari kemudian mencoba memberikan bantuan kepada Romi. Ari sadar, bahwa apapun bentuk pemberian yang akan ditawarkan kepada sahabatnya itu tidak akan diterimanya. Namun, sebagai sahabat yang memiliki solidaritas dan kepedulian sosial tinggi Ari pun menggunakan berbagai macam cara untuk menyelematkan temannya itu dari dera yang dirasakannya karena masalah ekonomi.

Ari memberikan sejumlah uang kepada Ibu Romi. Ibu Romi seketika menolak dengan keras pemberian itu, namun Ari memohon dengan sangat agar uang pemberiannya diterima oleh Ibu Romi untuk kebutuhan keluarga dan juga Romi. Ibu Romi pun akhirnya menerima pemberian Ari sambil meneteskan air mata melihat betapa mulianya hati sahabat anaknya tersebut.

Demikian cerpen persahabatan (sahabat sejati) yang dapat saya share dengan Anda kali ini, semoga cerpen ini bermanfaat.

Related Posts:

Naskah Drama Cinderella

Teks drama Cinderella


Kali ini Admin akan berbagi contoh teks drama Cinderella dimana drama Cinderella ini termasuk salah satu drama yang paling digemari. Naskah drama Cinderella sendiri termasuk salah satu jenis drama yang lumayan panjang dimana kebanyakan contoh naskah drama dalam blog ini kebanyakan adalah naskah drama pendek.

Sinopsis drama Cinderella


Cinderella adalah seoran gadis yang memiliki paras cantik jelita. Semenjak kepergian sang ibu, kehidupan Cinderella sangat memprihatinkan. Ayahnya yang kemudian menikah lagi membuat kehidupan Cinderella semakin terpuruk.

Ibu tiri sering bersikap kasar dan tidak menganggap Cinderella sebagai seorang anak yang mestinya disayanginya. Cinderella sering diperlakukan secara tidak adil, bahkan disakiti oleh ibu dan saudara tirinya. Namun, Cinderella tetap berusaha tegar dan bertahan.

Pada suatu hari, sang ratu berencana untuk mengadakan sebuah pesta. Pesta itu dimaksudkan untuk ajang pencarian jodoh bagi sang pangeran. Mendengar kabar itu, Cinderella pun sangat ingin menghadirinya, sayangnya ibu tiri Cinderella tidak mengizinkannya.

Berkat bantuan Peri, Cinderella pun mendapat kesempatan untuk menghadiri pesta sang ratu dengan catatan Cinderella harus pulang sebelum jam 12 malam, karena setelah jam 12 malam keajaiban itu dengan sendirinya akan menghilang.

Usai jam 12 malam, Cinderella pun bergegas meninggalkan istana. Namun, tanpa disengaja, dia meninggalkan sepatu kesayangannya. Pangeran kemudian mengadakan sayembara, bahwa barang siapa yang ukuran kakinya sesuai dengan sepatu istimewa itu, akan dinikahinya.

Ketika Cinderella mencoba sepatu istimewa itu, ternyata sepatu itu cocok dengan ukuran kaki Cinderella dan disisi lain dia juga mempunyai pasangan sepatu yang lain. Pangeran pun langsung melamar Cinderella. Selanjutnya, Pangeran membawa Cinderella ke istana.

Catatan:
Naskah drama Cinderella dibawah ini sudah saya gubah. Alur cerita dan penokohannya sudah tidak sama dengan cerita Cinderella pada umumnya.

Naskah drama Cinderella


Pada saat sang pangeran membawa Cinderella ke istana...

(Diarena itu sudah ada Ratu dan Putri Kratia duduk di kursi. Cinderella dan Pangeran lantas masuk ke arena tersebut)

Ratu : (berdiri kemudian menunjuk Cinderella) Siapakah wanita ini, Pangeran?

Pangeran : Dia adalah wanita yang akan ku jadikan istri.

Ratu : Apakah kau yakin akan menjadikannya sebagai istri?

Pangeran : Ya, kami saling mencintai. (Cinderella dan Pangeran saling bertatap muka, berpegangan tangan, dan tersenyum bahagia.)

Ratu : Apa? Kau pilih wanita seperti ini? Tampangnya saja seperti pembantu?

Pangeran: Meskipun penampilannya seperti pembantu, tapi aku yakin hatinya seperti intan permata.

Ratu: Apa? Kau bilang hatinya seperti intan permata? Bunda sudah menemukan pasangan yang cocok untuk engkau, Pangeran. Dia adalah seorang putri Kerajaan.

Pangeran: Tapi Bunda..

Ratu: Dia adalah wanita yang sangat cantik. Dia juga adalah wanita yang baik hati, dan tidak sombong.

Pangeran: Tapi aku sangat mencintainya, Bunda.

Ratu : Tidak boleh! Pokoknya kau harus menikah dengan Putri Kratia.

Pangeran : Hah? Kratia? Baru kali ini aku mendengar ada nama yang aneh. Aku tetap tidak mau.

Ratu : Harus mau!

Pangeran : Tidak mau!

Ratu : Pokoknya harus!

Pangeran : Gak mau!

Ratu : Harus!

Ratu : Dasar.. anak tidak berbakti kamu!

Ratu: Kurang ajar kau! Suka membantah perintah orang tua, padahal ini juga demi kebaikan kamu sendiri! (Ratu hampir menampar sang Pangeran)

Raja : (masuk ke arena) Berhenti! Apa-apan ini? Siapa wanita itu? (menunjuk Cinderella)

Pangeran : Dia adalah calon istriku, Ayahanda.

Raja : Oh, ini calon istri kamu. Jadi perempuan ini yang memenangkan sayembara sepatu itu? (sambil melirik sepatu yang dikenakan oleh Cinderella)

Pangeran : Benar, Ayahanda. Bahkan, dia mempunyai pasangan sepatu yang lainnya.

Ratu: Tapi aku sudah menemukan jodoh untuk Pangeran! Dia adalah seorang putri kerajaan.

Raja : Tidak mengapa, itu kan terserah Pangeran saja. Kan dia yang menjalaninya!

Ratu : Tapi, Raja. Aku tidak setuju dengan keputusan Raja. Bagaimana mungkin seorang Pangeran akan menikahi pembantu?

Raja : (berpikir sejenak) Ya, sudah kalau begitu bagaimana kalau kita adakan sebuah kompetisi?

Putri Kratia : (berdiri) Kompetisi seperti apa, Yang Mulia?

Raja : Kalau kau menang dalam kompetisi itu, kau yang akan menikah dengan Pangeran. Tapi jika kau kalah perempuan itu yang menang, dia yang akan menikah dengan Pangeran. Apakah kalian setuju?

Ratu : Kau memberikan keputusan yang aneh, Raja!

Putri Kratia : Baiklah kalau begitu, saya menerimanya, Yang Mulia.

Ratu : Apa? Kau menerima tantangan aneh itu? (dengan wajah penuh kemarahan)

Putri Kratia : Sudahlah Bibi. Saya pasti menang kok.

Cinderella : (mengacungkan tangan)

Raja : Ada apa, Nona? Apakah kau tidak setuju dengan keputusanku?

Cinderella : Tidak, saya justru setuju dengan keputusan Yang Mulia.

Raja: Bagaimana denganmu, Pangeran? Kau setuju?

Pangeran: Apapun keputusan Ayahanda, aku setuju.

Ratu: Apa? Kau terima juga keputusan aneh itu? Sedangkan kau membantah terhadap perintahku?

Raja: Oke! Kalau begitu, kompetisi dimulai esok jam 9.00 s/d selesai.

Ratu: Tapi, kompetisi seperti apa, baginda?

Raja: kompetisi lari cepat!

Ratu: Haaaa.. (dengan wajah penuh heran dan terkejut)

Pada keesokan harinya akhirnya kompotisi dimulai. Cinderella dan putri kerajaan itu sudah bersiap untuk memenangkan pertandingan dan mendapatkan cinta sang pangeran.

Raja : Bagaimana putri Kratia, apakah kamu sudah siap?

Putri Kratia : Sudah, saya sudah siap.

Raja : Baiklah, bagus kalau begitu. Nah, bagaimana dengan kamu Cinderella? apakah kamu juga sudah siap untuk menjadi pemenang?

Cinderella : Dengan segala upaya saya siap dan akan berusaha untuk memenangkan perlombaan ini, Raja.

Raja : Baiklah kalau begitu perlombaan ini akan segera dimulai.

Ratu : Ayo putri, Kamu harus menang. Jangan sampai kamu kalah, karena kalau kamu kalah kamu tidak akan bisa menikahi pangeran.

Putri Kratia : Baiklah bunda, saya akan berusaha untuk memenangkan pertandingan ini.

Pertandingan adu lari cepat pun akhirnya dimulai, dan ternyata pemenangnya adalah Cinderella. Dengan kemenangan itu, maka sang raja mengizinkan pangeran untuk menikahi Cinderella. Sang ratu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena itu sesuai kesepakatan awal, bahwa sang pemenanglah yang akan dinikahi oleh pangeran.

Raja : Baiklah Cinderella, karena kamu yang menjadi pemenangnya, maka kamu mendapatkan restuku untuk menikah dengan pangeran.

Cinderella : Terimakasih, raja.

Ratu : Apa? tidak bisa! bagaimana mungkin pangeran akan menikahi dia sementara dia hanyalah seorang pembantu murahan.

Pangeran : Sudahlah bunda, kan itu sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa yang menang akan menjadi istri pangeran.

Raja : Benar, keputusan ini sudah tidak bisa dibantah lagi. Pangeran akan segera menikahi Cinderella, dan istana akan bersiap-siap untuk mengadakan pesta pernikahannya dengan Cinderella.

Sang ratu pun sudah tidak punya alasan lagi untuk menghalangi pernikahan anaknya dengan Cinderella.

Drama Cinderella versi teksnaskahdrama.com - SELESAI.

Related Posts:

Cerpen Cinta Sejati

Cerpen Cinta Sejati

Berikut ini adalah sebuah cerpen cinta sejati seorang remaja yang cukup romantis dan mungkin bisa membuat Anda tercengang oleh keteguhan dan keikhlasan Herman dalam mencintai gadis bernama Lisa.

Cerpen Cinta Romantis


Herman adalah seorang remaja berusia 20 tahun yang tinggal disebuah desa kecil yang jauh dari atmosfer perkotaan. Herman jatuh cinta dengan seorang gadis sedesanya yang juga seumuran dengan dia. Sejak berstatus pacaran, perjalanan kisah cinta Herman dengan gadis tersebut tidak pernah lepas dari terpaan masalah. Namun, Herman tetap sepenuhnya mencintai gadis itu.

Gadis yang dicintai Herman bernama Lisa. Bagi teman-tema Lisa dan Herman, mendapatkan cintanya Herman adalah sebuah anugerah tersendiri, karena Herman benar-benar tulus menyayangi Lisa. Sayangnya, meskipun Lisa juga mencintai Herman, namun Lisa tidak pernah memberikan kebahagiaan kepada Herman sepertimana yang semestinya dia berikan kepada orang yang benar-benar mencintainya.

Menjalin hubungan dengan Lisa disisi lain merupakan sebuah petaka bagi Herman, karena seluruh keluarga Herman tidak merestui dia untuk menjalin cinta dengan Lisa. Orangtua dan keluarga Herman sangat tidak respek dengan Lisa, dan dengan berbagai cara keluarga Herman berusaha untuk memisahkan dia dengan Lisa.

Bagaimanapun juga Herman tetap tidak pernah memiliki niat untuk mengakhiri hubungannya dengan Lisa. Bagi Herman, Lisa adalah jantung hatinya yang tidak akan pernah dia lupakan selagi dia masih bernafas. Lisa adalah satu-satunya wanita yang dapat membuat hatinya luluh meskipun disisi lain berbagai masalah terus dirasakannya, dan  tekanan dari orangtua serta kerluarga terus membuatnya tersudut.

Rasa cinta yang begitu besar benar-benar diperlihatkan oleh Herman terhadap Lisa. Sungguh luar biasa kisah cinta Herman terhadap Lisa. Meski seringkali Herman merasa apa yang sudah diberikannya tidak sebanding dengan yang Lisa berikan  kepadanya, namun dia sadar bahwa cinta adalah tentang perasaan dan bukan sebesar apa yang dia dapat dari Lisa. Baginya, mencintai Lisa saja adalah sebuah kebahagiaan dan itu dirasakannya dengan sungguh luar biasa indah.

Waktu terus berlalu, dan cinta Herman kepada Lisa semakin mendalam. Semakin tidak mungkin untuk memisahkan Herman dengan Lisa, karena begitu kuatnya perasaan Herman terhadap Lisa. Seiring dengan berjalannya waktu, orangtua dan keluarga Herman pun akhirnya merestui hubungan mereka.

Baca juga cerpen lainnya :


Demikian contoh cerpen cinta sejati, semoga contoh cerpen cinta sejati diatas bermanfaat bagi Anda, khususnya bagi Anda yang gemar membaca cerpen.

Related Posts:

Contoh Tugas Akhir Akuntansi

Menyelesaikan Tugas Akhir (TA) adalah sebuah tanggung jawab bagi setiap mahasiswa guna memenuhi persyaratan perkuliahan. TA harus dapat dikerjakan dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan penilaian yang bagus sebagaimana yang tentunya menjadi espektasi Anda selaku mahasiswa.

Dalam membuat Tugas Akhir sebenarnya ia tidaklah terlalu rumit jika Anda sudah dalam kondisi benar-benar siap. Benar-benar siap yang saya maksudkan adalah pemahaman Anda tentang materi pelajaran yang Anda dapatkan selama mengikuti program belajar-mengajar pada jam-jam kuliah. Dengan bekal pemahaman materi kuliah yang baik, maka tentunya Anda juga dapat membuat Tugas Akhir yang baik.

Fakultas Ekonomi merupakan salah satu fakultas favorit dengan jumlah mahasiswa yang sangat banyak. Fakultas Ekonomi memang membuka kesempatan bagi mereka yang ingin berkarir di instansi keuangan, seperti di bank. Selain itu, masih banyak kriteria perusahaan non perbankan yang membutuhkan tenaga kerja lulusan fakultas Ekonomi.

Bagi Anda yang merupakan mahasiswa fakultas Ekonomi, kali ini saya ingin berbagi dengan Anda contoh Tugas Akhir Akuntansi yang diharapkan dapat memberikan bahan bimbingan dan juga inspirasi kepada Anda berkaitan dengan tata cara penulisan atau pembuatan Tugas Akhir jurusan Akuntansi.

Seperti yang Anda pastinya sudah tahu, bahwa Tugas Akhir sedikit berbeda dengan skripsi. Tugas Akhir dapat dibuat tanpa perlu melakukan penelitian terlebih dahulu, cukup dengan hasil telaah dari kajian pustaka. Sementera skripsi adalah sebuah tugas wajib yang dalam hal ini dilakukan mahasiswa sesudah semua mata kuliah selesai. Adapun kegiatannya yaitu pembuatan proposal, dan jika sudah disetujui akan dilanjutkan dengan survei atau sesi penelitian. Kemudian setelah selesai penelitian selanjutnya ditulis dalam bentuk skripsi menggunakan format yang sudah ditentukan oleh fakultas.


Disclaimer:
Contoh TA akuntansi ini hanya untuk dijadikan sebagai bahan bimibingan dan bukan untuk tujuan-tujuan yang sifatnya melanggar atau ilegal.

Related Posts:

Contoh naskah drama cerita rakyat (humor)

Naskah drama cerita rakyat memang banyak diminati oleh mereka kalangan pecinta drama. Adapun naskah drama cerita rakyat memang ada banyak sekali, mulai naskah drama Timun Mas, Gunung Tangkuban Perahu, Batu Menangis, Putri Gading Cempaka, dan masih banyak sekali drama legenda lainnya.

Berikut ini adalah contoh naskah drama cerita rakyat tentang Malin Kundang. Naskah drama Malin Kundang dibawah ini bukanlah cerita yang sebenarnya, tetapi sudah digubah menjadi versi humor.

Disuatu hari, tinggallah sebuah keluarga tepat di pesisir pantai wilBapak Sumatera. Keluarga itu mempunyai seorang anak bernama Malin Kundang.

Bapak Malin:
Bapak ingin mengubah nasib kita jadi Bapak ingin pergi keluar kampong untuk cari kerja

Bunda Malin:
tidak Bapak. Bunda tidak mau jauh dari Bapak

Bapak:
Kenapa?

Bunda:
Karena Bunda cintaaaaa banget same Bapak

Bapak:
Hemm.. bohong, kalau Bunda cinta dengan Bapak kenapa Bunda seingkuh

Bunda:
Itu karena Bapak miskin kalau selingkuhan Bunda, udah ganteng, kaya lagi… :p

Bapak:
Hufttt.. justru karna itu Bapak ingin pergi dan menjadi kaya raya seperti yang Bunda ingin

Bunda :
ya udah pergi sana(nada mengusir)

Malin:
Bapakkkk… (menangis sambil menarik ingus).

Besar harapan malin dan Bundanya, suatu hari nanti Bapaknya pulang dengan membawa uang banyak
yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari.

Malin:
sudah tiga kali lebaran dan 3 kali bulan ramadhan kenapa Bapak tak pulang-pulang..?

Bunda:
mungkin dia kawin lagi

Malin:

Whuss.. Bunda ini sinis banget si sama Bapak. Dia tu suami Bunda juga

Bunda:
Iya ya…heheh

Sesudah Malin Kundang menginjak dewasa, dia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang
dengan harapan kelak saat kembali ke kampung halaman, dia sudah menjadi orang yang
kaya.

Malin:
Bunda, Malin berangkat dulu yah, Bunda jaga diri baik-baik dan jangan lupa mandi dan sikat gigi, kalau Bunda mau nikah lagi jangan lupa kasih kabar ke aku lewat Facebook!

Bunda:
Iya deh nak… sampai ketemu...

Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses besar.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah
kapal yang sudah berpengalaman itu.

Malin :
what is it? (sambil menunjuk ke lantai)

Michael              :
That's floor

Malin               :
kalau yang ini? (menunjuk kursi)

Michael              :
This is a chair (teriaknya). Ini apa? (menunjuk bagian dengkul Malin)

Malin               :
This is my dengkul (dengan yakin)

Michael              :
Bukan … itu otak kamu Bahlul!

Malin belajar dengan amat tekun tentang perkapalan pada teman-temannya, termasuk mas Michael yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia amat piawai dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjungi remaja ini, sampai pada suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba
kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut Jack Mumun.

Jack Mumun:
I am Jack Mumun, did you know who am I? (puter musiknya teng deng de deng) Rampas semua harta mereka lalu bunuh mereka dan jiwanya di berikan kepada Flys Huss.

Malin Kundang amat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang ditutupi oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga pada akhirnya kapal yang ditumpanginya
terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke
desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut.

Marlita           :
wah siapa tui..? ayo kita tolong dia (melihat malin terkuntai-kuntai).

Munari        : tidak… aku gak kenal dia..jadi untuk apa aku menolong dia..?

Marlita           ; untuk dapat pahala dari tuhan

Munari        : pahala untuk apa..?

Marlita           : untuk masuk surga

Munari        : Belum selesai Munari bicara Marlita sudah berlari menuju malin dan berkata

Marlita           : pria itu tampan  mendekati malin dan membawa malin kerumahnya untuk istirahat dan makan.

Marlita           : apa yang terjadi pada mu..?
Malin               : kapal aku di bajak dan aku terdampar disini.

Di desa tempat Malin terdampar merupakan desa yang amat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi orang yang sangat kaya. Dia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 1000 orang.

Malin Kundang:  kamu tau tidak hal paling terindah dalam hidup ini?
Marlita           : bisa membahagiakan org tua, benar kan?
Malin               : memang benar, tetapi bagi ada hal yang terindah dalam hidup ini adalah bisa menikah dengan mu.
Marlita           : Ouhh... that's realluy so sweet
Malin               : jadi mau kah dirimu menikah sama ku..?
Marlita           :  Tentu, aku mau…

Kalian ingat dengan Munari..? ya kalau masih ingat baguslah, mendengar Malin Kundang and Marlita mau menikah Munari bunuh diri.

Selang beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang
besar dan indah disertai anak buah kapal serta para pengawalnya yang banyak.  Bunda Malin Kundang yang setiap hari menunggu kedatangan anaknya, melihat kapal yang amat indah itu, masuk ke pelabuhan. Dia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di kapal bagian atas. Dia yakin kalau yang sedang berdiri itu tidak lain adalah anaknya, Malin Kundang dan istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Dia disambut oleh Bundanya. Setelah cukup dekat, Bundanya
melihat belas luka dilengan kanan orang itu, semakin yakin Bundanya bahwa yang dia dekati
adalah Malin Kundang.

Bunda Malin         : "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa
mengirimkan kabar?", (sambil memeluk Malin Kundang). Namun Malin segera
melepaskan pelukan Bundanya dan mendorongnya sampai terjatuh.

Malin Kundang : Hai, wanita tak tahu diri, main aku saja sebagai Bundaku.

Malin Kundang berpura-pura tidak mengenali Bundanya, lantaran merasa malu dengan Bundanya yang sudah tua, dengan baju yang amburadul.

Marlita :Wanita itu Bundamu?

Malin               : Ibundaku? tentu saja tidak, dia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai Bundaku supaya bisa mendapatkan harta ku.

Mendengar itu, dan merasa diperlakukan semena-mena oleh anaknya, Bunda Malin Kundang amat marah. Dia tidak menduga anaknya menjadi anak sedurhaka itu. Akibat kemarahannya yang memuncak,  Bunda Malin mnegangkat tangannya sambil berucap " Ya... Tuhan, kalau benar dia anakku, aku sumpahi dia agar menjadi batu". Lalu tidak berapa lama berselang angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat mulai datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Sesudah itu, tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan akhirnya menjadi batu karang seperti yang dikehendaki Bundanya.

Related Posts:

Contoh Pidato Tentang Ujian Sekolah

Kali ini penulis akan berbagi contoh naskah pidato tema seputar menghadapi ujian sekolah atau ujian nasional yang mungkin sedang sahabat pembaca butuhkan untuk dijadikan sebagai materi pembelajaran. Berikut contoh pidato tentang ujian sekolah.

CONTOH TEKS PIDATO TEMA UJIAN SEKOLAH

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa, karena atas segala rahmat-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul pada majlis ini untuk sebuah kegiatan yang tentunya berguna dan bermafaat.

Yang say ahormati Bapak kepala sekolah ....

Yang saya hormati Bapak/ibu dewan guru ....

Dan yang saya cinta sahabat-sahabatku semuanya ....

Tidak lama lagi ujian sekolah akan dilaksanakan. Sehubungan akan dilaksanakannya ujian sekolah izinkan saya menyampaikan sebuah pesan kepada para sahabat-sahabtku semuanya, dan juga pesan untuk saya pribadi tentunya agar kita mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya waktu pelaksanaan ujian sekolah.

Para hadirin yang saya hormati....

Sebentar lagi kita akan menyambut tiba waktu ujian sekolah dimana hal ini menuntut kita selaku siswa/siswi untuk bersiap diri dengan banyak belajar, rajin, dan tetap fokus untuk meluangkan waktu guna lebih memperisapkan diri lagi menyambut momen yang sangat penting bagi kita selaku pelajar ini.

Selama ini para guru kita sudah memberikan kita pemahaman, pengarahan serta motivasi untuk menjadi anak didik yang tekun dan berprestasi, dan kini tiba waktu bagi kita untuk membuktikan kepada para dewan guru bahwasannya apa yang mereka ajarkan kepada kita tidaklah sia-sia.

Para hadirin, sahabat-sahabat tercintaku...

Merilah kita buktikan kepada para guru kita dan juga orangtua kita, bahwa kita adalah sosok pelajar yang memiliki kualitas dan memprioritaskan pentingnya nilai pendidikan. Mari kita belajar dengan setekun mungkin agar hasil yang kita peroleh pada ujian sekolah nanti benar-benar sesuai dengan espektasi kita dan juga orang tua serta guru-guru kita.

Saya yakin kita semua mampu untuk membuktikan diri bahwasannya kita adalah murid-murid yang memiliki kemampuan. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan mengesampingkan waktu untuk belajar.

Hadirin sekalian yang saya cintai...

Jika kita mau bersungguh-sungguh saya yakin kita pasti mampu meraih hasil terbaik pada pelaksanaan ujian sekolah nanti. Mari kita belajar secara maksimal serta tidak lupa berdo'a kepada yang maha Kuasa. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Bapak/ibu dan para hadirin semuanya...

Demikian, semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat, khususnya untuk saya pribadi, dan untuk sahabat-sahabatku semuanya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Demikian contoh pidato singkat tentang ujian sekolah, semoga artikel contoh pidato diatas bermanfaat bagi Anda. Jika Anda membutuhkan contoh pidato bahasa Inggris, silakan baca artikel contoh naskah pidato bahasa Inggris.

Related Posts:

Cerpen Romantis

Sebuah cerpen romantis yang diharapkan bermanfaat bagi Anda para pecinta cerpen, khususnya bagi Anda kaum remaja.

CERPEN ROMANTIS

Doni adalah seorang remaja berumur 19 tahun yang sedang jatuh hati dengan gadis seusianya. Gadis tersebut bernama Lindy. Kendati Doni dan Lindy notabene sama-sama saling mencintai, namun perjalanan kisah asmara mereka tidak semulus yang diharapkan mereka.

Genap tujuh hari Doni berstatus sebagai pacar Lindy, berbagai hal tidak menyenangkan sudah dirasakan oleh Doni. Kisah cintanya yang tidak mendapatkan restu dari kedua orangtua Doni membuatnya harus bermain petak umpet dengan orangtuanya.

Namun demikian, perasaan Doni terhadap Lindy tidak pernah ternodai. Meskipun orangtuanya berusaha untuk menjauhkannya dengan Lindy, tetap saja Doni dengan sepenuh hatinya mencintai Lindy. Apapun adanya Lindy, Doni menerimanya dengan hati yang terbuka, meskipun sebenarnya Doni bisa saja mendapatkan sosok gadis yang lebih “pantas” dimata orangtuanya.

Pada suatu hari, Lindy berusaha untuk menghubungi Doni melalui sms dan telepon. Namun, berulangkali Lindy mencoba menghubungi kekasihnya itu, sang pujaan hati tak juga menjawabnya. Karena merasa cemas yang disertai rasa penasaran, maka Lindy pun memberanikan diri mendatangi rumah Doni.

Doni memang sedang tidak ada dirumah, namun karena ponselnya ketinggalan dirumah, maka Doni tidak bisa menjawab panggilan dari kekasihnya tersebut. Sesampainya didepan pintu, ibu Doni muncul dengan raut yang menakutkan saat Lindy menanyakan keberadaan Doni. Ibu Doni pun tidak memberitahu keberadaan Doni, padahal sebenarnya dia tahu dimana Doni sedang berada.

Lindy pun lantas pamitan sama ibu kekasihnya tersebut. Meskipun dengan muka yang sangat tidak mengenakkan, namun Lindy tetap berusaha tersenyum dan tidak mengambil hati sikap serta omongan kasar dari ibu kekasih tercintanya itu.

Tanpa disangka-sangka, setibanya Lindy didepan rumahnya ternyata kekasihnya itu sudah menunggunya tepat didepan pintu. Pada saat itu kedua orangtua Lindy memang sedang berpergian keluar kota bersama adik-adiknya sehingga hanya ada dia dirumah.

Lindy pun lantas menanyakan kepada Doni mengapa dia tidak menjawab sms dan teleponnya. Kemudian Doni menjelaskan kepada kekasih tercintanya itu bahwa dia baru saja mengunungi salah satu temannya yang sakit, dan dia lupa tidak membawa ponselnya.

Apa yang terjadi setelah itu? Doni bertanya kepada Lindy, mengapa kekasih tercintanya itu berani mendatangi rumahnya sementara dia tahu bahwa ibunya pasti akan bersikap galak kepadanya. Lalu Lindy menjawab, “aku nggak butuh kasih dari orang tua kamu, karena bagiku mendapatkan hatimu sudah lebih dari cukup. Jika mereka membenciku, biarlah mereka menikmatinya, karena kebahagiaanku adalah kamu”.

Cerpen Romantis - END

Baca juga cerpen lainnya:


Demikian sebuah cerpen romantis yang dapat saya share dengan sahabat pembaca pada kesempatan posting artikel cerpen kali ini, semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca yang mungkin sangat menggemari cerpen.

Related Posts:

Contoh Naskah Drama Bahasa Inggris 3 Orang

Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah drama dalam bahasa Inggris untuk 3 orang atau 4 orang, berikut ini saya share sebuah naskah drama bahasa Inggris yang dapat dimainkan untuk 3-4 orang.

Contoh naskah drama bahasa Inggris lainnya :



Cast of Characters 

MASTER: Master of the game of Rock, Sword, Firecracker

MEL and KELLY: Rock, Scissors, Paper Players.

SCENE 1
Group of friends enjoying rock scissors paper at a neighborhood tournament. all of them say:

ALL
Rock, scissors, paper..

They all do one in all the higher than.  One person gets rock and also the rest get scissors and he/she pounds all their scissors. all of them laugh and begin another spherical.  One person gets scissors and also the rest paper and he/she cuts all their papers dramatically. there's Asian music and someone enters wearing ancient Asian consumer goods.  The players do not notice initially however the master shouts:

MASTER
Stop!
They all freeze.

ALEXAS
Who area unit you?

MASTER
I am the master of the Rock!
Master holds out a mitt.  Players all scrutinize one another so laugh.

GENIE
Well, I've got paper.
GENIE puts a flat fork out the Master's mitt.  Players laugh so Master grabs GENIE's hand and throw GENIE on the the table and sticks a finger to GENIE's throat.

MASTER
And I have arm.

ALEXAS
There's no arm in Rock, Paper, Scissors.

MASTER
That is wherever you're mistaken.
Master helps GENIE up.

MASTER (CONT.)
I am here to inform you the story of... (dramatic pause) ROCK! (holds up a fist) SWORD! (holds up index finger) FIRECRACKER! (holds up thumb).
Players all scrutinize one another confused.

GENIE
I thought it absolutely was rock, scissors, paper.

MASTER
You are wrong! the traditional game has been disgraced by scissors and paper. it's a mockery of actuality art of the challenge.  Shall I tell you the story?

ALEXAS
Sure.

MASTER
If you would like to listen to the story, you need to say, "Yes, Master."
They all scrutinize one another, some shrug, some build funny face however all of them nod in agreement.
ALL
Yes, master.

MASTER
Say... "Pretty please."
They give one another appearance so say.

ALL
Pretty please.

MASTER
"Pretty please with a cherry blossom on high."

GENIE
Come on!

MASTER
Fine. i will be able to tell you the story.
The master will pull out a scroll or book to assist with the story. This next half is versatile for staging.  The master will act out his story, a lot of actors will are available and act out the story or the players will act out the story.

MASTER (CONT.)
It all began with the rock.

ALEXAS
You mean just like the wrestler?

MASTER
No, the rock was a giant fat lazy sloven. however he was stabile.  He was a champion wrestler as a result of nobody might move him. He won each match. so he sent a challenge intent on all warriors that nobody might defeat him. therefore samurai and ninja from everywhere Asia came to fight him, however even a arm couldn't pierce his rock-like skin. then again a magician from a remote land came with a mighty weapon. A cracker! nobody had seen such a large firecracker before.  The magician round-faced off against the Rock.  He lit the fuse and placed it at the Rock's feet.  The Rock failed to care.  He failed to assume something might defeat him.  Suddenly, there was a large explosion.

They were screams and cries of pain.  And once the smoke cleared, the Rock had fallen. everybody stood quietly and could not believe their eyes. some began to cry. The magician's laugh bust the silence and he force another, even larger cracker from his robes.  The magician shouted, "I shall disembarrass this land of the Rock forever!" He placed the cracker next to the Rock and lit it. then again a young one, United Nations agency was a giant fan and picked up all the Rock record, sprang in to action.  He snatched up a arm and "swish", cut the fuse, saving the rock from destruction.

The master bows to finish his story and also the players clap and cheer.

GENIE
Amazing.

ALEXAS
Great story!
MASTER
So I raise that you simply not dishonor the sport with scissors and paper.

GENIE
Yes, Master!

ALEXAS
We will, Master.
Master bows so leaves.

GENIE
Ready?

ALL
Rock, sword, firecracker!
All except one do cracker and one will arm and dramatically cuts their fuses with martial art sounds.

ALEXAS
That is a lot of fun.

ALL
Rock, sword, firecracker!
All except on do rock and one will dynamite and blows them up.

Related Posts:

Format For a Film Script

Format for a Movie Script

Scenes from On the Spot, a script by Richard Stone, Enid
Duchin Jackowitz and Syd Jackowitz.

The following excerpts from On the Spot illustrate that what
is not aforesaid, however rather shown, is as vital in a very film as
the dialogue of the characters.

Note that descriptive copy
that let’s the reader grasp wherever the scene is going on and
what is happening has margins of one.25" each left and right.
Dialogue has margins of 2" left and right, with the
character speaking focused and every one caps. Scene changes,
such as “CUT TO:” ar right even.

On the Spot

INT. KENNEDY INTERNATIONAL landing field
SUNDAY MORNING

JOHN and CASANDRA ar standing in a very que with their baggage,
on the thanks to their honeymoon within the Caribbean. Initially,
they aren’t speech one another as they slowly move up in
line, rolling their baggage previous them.

CASANDRA
You’ve got the passports, right?
         
JOHN
No, you’ve got them. They were
right next to your purse on the
kitchen counter.

CASANDRA
No they weren’t.
           
JOHN
Great. I can’t believe you left
our passports within the lodging.
We’re progressing to miss our flight.
         
CASANDRA
You blaming Maine again?
always my fault.
So it’s
           
JOHN
It’s not your fault. I said I
was sorry regarding blaming you for
what happened at the marriage.
How many times do I even have to
apologize? Check your purse.
I’ll check the luggage.

The two of them begin to frantically unfasten all of the
pockets in their luggage yearning for the passports. They’re
nervous wrecks as they rummage through everything, dumping
the contents of the luggage on the ground. JOHN then feels his
jacket and pulls the passports out of his pocket.
           
JOHN (CONT’D)
Ahh, thank God, here they're.
           
CASANDRA
Oh, right next to my purse on the
kitchen counter, huh. You can be
such a jerk.
           
JOHN
Will you simply will it, it’s our
honeymoon for goodness sake.
           
CASANDRA
How will I? I simply lost my best
friend owing to you.
           
JOHN
Great, currently it’s all my fault.

JOHN hands CASANDRA his mobile phone.
           
JOHN (CONT’D)
Try line of work her once more.
           
CASANDRA
What’s the purpose. I’ve known as
three times and he or she won’t come back
my calls.
           
JOHN
Then decision her at the workplace
tomorrow.
           
CASANDRA
If you think that it’s such an honest
idea to decision tomorrow, why did
you provide Maine the mobile phone now?
The tiff and back biting continues as more back in
line 3 individuals touch upon the scene that's flowering in
front of them.

PERSON I
I provide them 3
Newlyweds.
months.
           
PERSON II
At this rate, I don’t assume
they’ll create it past the
honeymoon.
           
PERSON III
What does one mean? 10 to 1
they don’t even create it through
security.

CUT TO:
INT. restaurant ON THE higher side of latest royal line
MORNING FOLLOWING the marriage
MONDAY

NICOLE enters the restaurant wherever she frequently stops
before work. when obtaining her low and a gem at the
counter she sits down at a table by herself staring without expression

into the space. Saint MICHAEL United States President, Associate in Nursing 80yearold African
American man whom she has gotten to understand over the last years
is sitting simply 2 tables away, however she doesn't even see or
acknowledge him. Saint MICHAEL comes over and stands by her table.
She breaks out of her reverie and appears up and sees him.
           
MICHAEL
Young lady, you didn't even say
hi.
           
NICOLE
Oh, I’m sorry Saint MICHAEL, I didn't
even see you.
           
MICHAEL
Alright if I sit down?
           
NICOLE
Oh sure, yeah, pull up a chair.
MICHAEL pulls up a chair and sits down backwards along with his
arms across the rear of the seat.
           
MICHAEL
I don’t grasp what happened to you
since I saw you last, however the means
you’re wanting you job my memory of
my full cousin Marcus WHO Ate a nasty
batch of collards once I was
about eight years previous. He
belched up collards for 2 whole
days. And honey, he didn't look
as dangerous as you are doing.
           
NICOLE
I didn't comprehend it showed.
           
MICHAEL
Something fierce musta happened
to you. you would like to inform previous
MICHAEL regarding it?
NICOLE’s eyes begin to rip up and he or she sobs.

           
NICOLE
I, I, I . . .
           
MICHAEL
Honey, if you don’t get the picture off
your chest, like my mom accustomed
say, tears while not words is like
an omelette while not eggs.
           
NICOLE
An omelette while not eggs?
           
MICHAEL
Sure, you know, you gotta tell Maine
what’s significant on your heart or
it’s simply progressing to keep eatin’ at
ya child.

MICHAEL pulls out a hanky and hands it to her, and she
blows her nose. She delivers next lines in between sobs.
           
NICOLE
MICHAEL, you won’t believe what my
friends did to Maine this weekend.
           
MICHAEL
At the wedding?
           
NICOLE
It started off in and of itself a pleasant
wedding. And it didn’t even
bother Maine that I’m the last one
of my friends that isn’t married.
Then they tried to marry Maine off
to some creep I’ve ne'er even
met.
         
MICHAEL
Whoa. I’m approximately following
you. begin from the start,
would ya.
           
NICOLE
It all started with the bouquet .
. .

CUT TO:
CLOSE UP OF THE CAPPUCCINO MACHINE

Various shots of attendant lining cups up in Associate in Nursing orderly
fashion for numerous low drinks.

CUT TO:
           
NICOLE (CONT’D)
. . .with a rubber glove on his
head . . .

CUT TO:
Milk being poured and splashed over the lip of the instrumentation
and then steamed.
CUT TO:
           
NICOLE (CONT’D)
. . . and he compared Maine to huge
Bad Beattie. . .

CUT TO:
Espresso being created and so the grounds drop within the
garbage.
CUT TO:
            NICOLE (CONT’D)
. . .he told Maine to relax,
can you believe it. . .

CUT TO:
Coffee being poured with the steamed milk into a cup however
then accidentally spilled all over.

CUT TO:
            NICOLE (CONT’D)
. . .and known as Maine a jerk with
the mic on . . .

CUT TO:
CLOSE UP OF feminine ATTENDANT’S FACE WHO WAS creating THE espresso
           
ATTENDANT
(She is mouthing Associate in Nursing expletive.)

CUT TO:
FULL SHOT ANGLE ON NICOLE AND Saint MICHAEL
CONTINUOUS
           
NICOLE
Do you assume I’m a jerk, MICHAEL?
           
MICHAEL
What quite friends ar these
anyway? Hmm. Did I ever tell
you regarding my friend Peg Leg
Peters WHO accustomed play ball with
me within the Negro League? He was
one of the simplest short stops I
have ever seen, however once he lost
his leg within the war, they switched
him to initial base. But I tell
you, he might still run those
bases quicker with a peg leg than
I could. What’s even a lot of
amazing is that year he batted
331, that was higher than he had
ever done. currently I even have a theory,
I think he confused those
pitchers such a lot that they
weren’t very positive wherever to
pitch him. You see he had that
peg formed rather like a Louisville
Slugger. They tried to pitch him
low and within, however I saw him hit
a double off that leg at some point. I
swear to you, if he had been
white he would have created a
fortune in endorsements. Now you
might marvel why I’m telling you
about Peg Leg.
NICOLE’s tears have subsided.
           
NICOLE
As usual, MICHAEL, you browse my
mind.
           
MICHAEL
When previous Peg Leg would are available
after the sport he’d suspend that peg
on the surface of his locker and
hop right down to the shower. I
remember once once a number of his
friends, if you would like to decision them
that, thought it might be a cute
idea to chop 2 inches off of
that peg before he came back to
dress. Peg Leg nearly fell flat
on his face. to form matters
worse, he had to miss 3 games
waiting for a brand new peg, and as a
result, we have a tendency to didn’t create the
playoffs. So, you get my drift?
           
NICOLE
Sorry Saint MICHAEL, I’m virtually there
but I haven’t quite gotten it.
           
MICHAEL
Honey, let Maine spell it out for
you. Like I told Peg Leg that
day, it’s time to induce yourself
some new friends. And that’s
what I’m telling you. Find some
new friends and obtain a brand new life.
(c) 2005 Richard Stone, Enid Duchin Jackowitz and Syd Jackowitz

Related Posts:

Contoh Naskah Drama Tentang Kejujuran

Naskah drama tentang kejujuran dibawah ini merupakan naskah drama untuk 4 orang. Adapun temanya adalah tentang kejujuran seorang teman.

Contoh drama sebelumnya :



Contoh Drama Tentang Kejujuran 

Karakter :

1. Nila (Baik)
2. Umi (Jujur)
3. Aldian (Peminjam uang)
4. Rumi (Ibu Nila)

Nila :
Um, tolong kamu simpankan uang aku ya.. jumlahnya Rp 1.000.000. Kamu mau kan?

Umi :
Memangnya kenapa kok nggak kamu simpan sendiri? Kenapa kamu suruh aku yang bawain uang kamu?

Nila :
Begini, aku pengen punya tabungan. Kalau uang itu aku simpan sendiri, aku akan terus berboros. Makanya aku mau kamu yang nimpan supaya aku bisa ngontrol pengeluaranku.

Umi :
Oh, begitu.. tapi aku takut soalnya aku nggak biasa bawain uangnya orang?

Nila :
Itu kan kalau uangnya orang lain, kalau aku kan beda. Aku teman dekat kamu, kenapa kamu harus takut. Malahan kamu bisa pake uang itu dulu kalau kamu ada perlu.

Umi :
Ya sudah, kalau begitu biar aku bawain. Tapi aku nggak akan make uang kamu kok. Kalaupun aku ada perlu aku nggak akan minjem uang kamu yang aku bawa.

Nila pun menyerahkan uangnya sebesar Rp 1.000.000 kepada Umi. Umi kemudian memasukkan uang itu kedalam dompetnya untuk kemudian disimpan dirumahnya.

Nila :
Ni, uangnya.. ini udah aku hitung, jumlahnya Rp 1.000.000 nggak kurang dan nggak lebih.

Umi :
Baiklah, aku masukin ke dompet uangnya. Nanti kalau sudah sampai dirumah biar aku simpan ditempat yang aman.

Nila :
Ok, terimakasih ya..

Umi :
Iya, sama-sama. Aku juga ikut seneng karena kamu punya keinginan untuk berhemat.

Satu minggu kemudian, Aldian datang kerumah Nila dipagi-pagi hari. Kedatangan Aldian kerumah Nila adalah untuk meminjam sejumlah uang.

Aldian :
Asslamu’alikum...

Rumi :
Wa’alaikum Salam.. Eh.. nak Aldian.. ada apa kok pagi-pagi sudah kesini? Ada perlu sama Nila ya, nak?

Aldian :
Iya tante. Nila nya ada kan?

Rumi :
Iya, Nila nya ada kok. Sebentar ya, tante panggilin dulu.

Aldian :
Ya tante.

Ibu Nila (Rumi) pun bergegas menuju kamarnya Nila untuk memberitahukan kedatangan si Aldian yang sepertinya sedang ada keperluan yang sangat penting dengan anaknya tersebut.

Rumi :
Nila.... !!

Nila :
Iya bu,, ada apa?

Rumi :
Tuh, kamu dicariin sama Aldian. Buruan temuin dia.

Nila :
Baik bu.

Nila kemudian keluar dari kamarnya dan bergegas menemui Aldian yang sudah menunggu diruang tamu.

Nila :
Ada apa Aldian? Tumben pagi-pagi banget main kesini? Sepertinya ada keperluan penting gitu?

Aldian :
Ya, aku kesini sebenarnya ada perlu sama kamu.

Nila :
Iya, tau kamu ada perlu. Perlunya apa? Ngomong dong!

Aldian :
Gini, aku mau minjem uang kamu. Kamu ada simpanan nggak? Soalnya penting banget ini.

Nila :
Ada sih, cuman uang itu sekarang nggak lagi aku pegang. Emangnya kamu mau minjem berapa? Kalau banyak aku nggak ada.

Aldian :
Nggak banyak-banyak amat kok. Aku mau minjem 1.000.000. gimana kamu ada nggak?

Nila :
InsyaAllah ada, tapi kamu perlunya kapan? Bisa nggak nunggu besok, soalnya uang itu aku suruh bawain temenku.

Aldian :
Ya, nggak papa. Uang itu baru aku pake lusa, jadi aku masih bisa nuggu sampai besok.

Pada malam harinya Nila pun menemui Umi untuk meminta kembali uang yang yang dia suruh nyimpen seminggu yang lalu itu.

Nila :
Assalamu’alaikum...

Umi :
Wa’alaikum Salam.. Eh.. kamu Nila, ada apa? Mau ngajak kemana kok kesini jam segini?

Nila :
Aku nggak mau ngajak kemana-mana kok. Gini, tadi pagi temenku bilang mau minjem duit ke aku 1.000.000, nah jadi aku kesini mau minta uang yang kemarin itu. Maaf ya, baru satu minggu sudah aku ambil.

Umi :
Ya nggak papa lagi, itu kan uang kamu sendiri. Sebentar ya, aku ambilkan uangnya dulu. Kamu tunggu sebentar ya...

Nila :
Ok.

Untuk memastikan jumlah uang sebesar Rp 1.000.000 jumlahnya masih utuh, Umi pun memeriksa jumlah uang sebesar Rp 1.000.000 tersebut. Setelah dihitung, ternyata uang tersebut lebih dari Rp 1.000.000. Uang Nila ternyata berjumlah Rp 1.300.000.

Umi :
Nah, ini uang kamu. Silakan dihitung dulu ya..

Nila pun kaget, karena uang yang diberikan Umi jumlahnya sebesar Rp 1.3000.000, padahal pada saat menyerahkan uang itu kepada Umi jumlahnya adalah sebesar Rp 1.000.000

Nila :
Kok jadi segini uangnya, Umi? Kan kemarin aku ngasih kamu cuman Rp 1.000.000?

Umi :
Nggak kok, kamu kemarin itu salah ngitung. Uang yang kamu serahin ke aku ya segitu (Rp 1.300.000). aku baru tahu, karena baru tadi aku hitung.

Nila :
Yang bener kamu? Jangan-jangan kamu tambahin nih?

Nambahin? Kayak aku ini banyak uang aja. Nggak kok, aku nggak ngusik sama sekali uang itu, artinya ya kamunya salah ngitung kalau kamu bilang cuman Rp 1.000.000.

Nila lantas terdiam sejenak. Dibenak Nila “ternyata nggak salah aku nyuruh Umi untuk nyimpan duitku. Ternyata dia sangat jujur, padahal seandainya dia nggak ngasih tahu, aku juga nggak mungkin tahu karena seingatku uang itu cuman berjumlah Rp 1.000.000”.

Nila :
Ya sudah, makasih banget ya.. kamu emang sahabatku yang paling baik dan jujur. Maaf ya, aku harus ambil uang ini karena temenku sedang butuh uang.

Umi :
Ya, nggak papa kok. Aku malah seneng lihat kamu bisa bantu temen kamu yang sedang dalam kesusahan.

Nila pun pamitan sama Umi. Nila bergegas untuk pulang dan pada keesokan harinya dia akan memberikan uang itu kepada Aldian. Sementara sisanya yang Rp 300.000 akan dia gunakan untuk membeli barang kebutuhannya.

Drama Tentang Kejujuran - SELESAI

Related Posts:

Contoh Naskah Drama Legenda

Menyinggung tentang drama legenda, tentunya ada banyak sekali cerita legenda yang kemudian dimainkan dalam sebuah drama. Beberapa drama legenda diantaranya adalah drama legenda sangkuriang, legenda Danau Toba, legenda Timun Mas, legenda Bawang Merah & Bawang Putih, Lagenda Si Kabayan, dll.

Adapun contoh naskah drama legenda yang akan saya share kali ini adalah contoh naskah drama legenda Timun Mas.

DRAMA LEGENDA TIMUN MAS

Pada sebuah desa tinggalah sepasang suami-istri yang hidupnya cukup kesepian lantaran mereka belum juga dikarunia seorang anak setelah menikah dalam waktu yang cukup lama. Pada kesehariannya mereka senantiasa mengidam-idamkan seorang anak untuk melengkapi kehidupan mereka. 

Pada suatu hari saat mereka pulang dari ladang, sang istri berbicara empat mata dengan suaminya mengenahi seorang raksasa yang konon dapat mengabulkan keinginan mereka untuk memiliki seorang anak. Raksasa ini dikenal sangat hebat, bahkan untuk merealisasikan suatu keinginan yang  mustahil sekalipun.

Ibu Timun Mas        : Duhai suamiku apakah kamu memiliki feelingkan perasaan yang       kurasakan ?
Ayah Timun Mas      : Memangnya apa yang tengah kamu alami Duhai istriku? sehingga kamu memiliki feeling sedih begini?
Ibu Timun Mas        : Saya memiliki feeling hari-hariku terasa hampa tanpa kehadiran seorang anak yang dapat saya rawat dan kelaknya dapat menjaga kita di masa tua nanti.
Ayah Timun Mas      : Tentu saja menginginkan hal tersebut, tapi bagaimana lagi jika memang belum saatnya kita mempunyai seorang anak.
Ibu Timun Mas        : Oh iya, katanya di gua sana ada seorang raksasa yang dapat mengabulkan semua kemauan kita, mungkin saja dapat mengabulkan permintaan kita!
Ayah Timun Mas      : Ya sudah, jika memang itu keinginan kamu sebaiknya besok kita datang ke gua tersebut.

Pada keesokan harinya mereka berdua pun mendatangi gua itu dengan perasaan deg-degan untuk menemui si Raksasa, dan untuk meminta bantuaan sang Raksasa. Dengan teriakkan si raksasa kedua orangtua itu pun disambutnya.

Raksasa                : Wahai orang tua ada apa kamu berdua datang kemari, dan mengganggu tidur siang saya saja?
Ibu Timun Mas        : Maafkan kami Raksasa, jika kedatangan kami mengganggumu!
Ayah Timun Mas      : Maksud kami kesini dalah untuk meminta pertolongan terhdap kamu raksasa!
Raksasa                : Begitu ya... Lalu apa sebenarnya yang jadi permintaan kamu itu?
Ibu Timun Mas        : Sudah lama kami ingin memiliki seorang anak supaya hidup kami bisa lebih bahagia.
Raksasa                : Hemm... Jika itu yang jadi permintaan kalian, baiklah akan saya kabulkan keinginan kalian, tetapi ada satu syarat yang harus kalian penuhi.
Ayah Timun Mas      : memangnya apakah syarat itu raksasa?
Raksasa                : Jika nanti anak itu sudah berusia 17 tahun, saya akan datang dan mengambil anak itu lagi.
Ibu Timun Mas        : Baiklah, persyaratan itu kami terima.
Raksasa                : Jika kalian sudah setuju, terimalah bibit timun ini dan kalian harus menanamnya sampai timun ini menjadi besar.
Ayah Dan Ibu                   : Baiklah, kami akan menanam timun itu.
Raksasa                : Ingat, kalian tidak boleh ingkar janji!

Kemudian mereka berdua pulang dengan membawa bibit timun yang diberikan oleh raksasa. Suasana hati mereka sangat senang sekali kala itu. Kemudian, pada keesokan harinya mereka berdua pun lekas menanan bibit itu dan setiap harinaya mereka menyiramnya serta memberi pupuk agar timun tersebut lekas tumbuh besar. 

Pada suatu hari timun itu akhirnya menjadi besar, dan setelah timun itu dibuka oleh mereka berdua, keluarlah seorang anak perempuan yang cantik nan jelita, lalu mereka memberi nama putri cantik itu dengan nama Timun Mas. Waktu pun sudah berlalu dengan begitu cepat, dan pada saat itu Timun Mas sudah hampir berusia 17 tahun. Pada suatu hari, si Raksasa pun datang untuk menagih janji mereka berdua.

Raksasa                :  Heemmm... Wahai orang tua, apakah kamu masih ingat dengan janji kamu dulu? saya datang kemari tidak lain adalah untuk menagih janji itu.
Timun Mas              : Ibu siapakah gerangan raksasa ini sebenarnya? Mengapa ia datang kemari ? ada apa kiranya kedatangannya kemari?
Ibu Timun Mas        : Sudahlah Timun Mas, nanti akan ibu ceriatkan tentang maksud kedatangan raksasa ini.
Raksasa                : Rupanya ini anak gadis yang saya berikan dulu orang tua?
Ibu Timun Mas        : Raksasa, dapatkah kamu memberikan kami waktu satu hari saja untuk kamu mengambil putri kami ini.
Raksasa                : Ya sudah, bila memang itu mau kalian, besok saya akan datang lagi dan untuk mengmbil anak ini.

Pada keesokan harinya sang ibu meminta Timun Mas untuk Pergi dan lari dari kejaran Raksasa dengan membawa terasi, garam, dan jarum untuk bekalnya dipelarian.

Ibu Timun Mas                  : Wahai putriku, tercinta pergilah kamu dari desa ini dengan membawa terasi, garam, dan jarum ini bila kamu terdesak lemparlah barang bawaanmu itu itu ke Raksasa.
Timun Mas                       : Kenapa? memangnya ada apa, bu?
Ibu Timun Mas                  : Sudahlah, nanti akan ibu ceritakan semuanya.
Timun Mas                       : Baiklah kalu begitu, bu.

Akirnya Timun Mas pergi dari desa meninggalkan ayah dan ibu tercintanya. Tidak lama kemudian akirnya Raksasa datang kembali sambil berteriak-teriak.

Raksasa                : Haaaaa... Duhai Orang tua, manakah janjimu itu?
Ayah Timun Mas      : Maaf Raksasa, dia sudah tidak ada di sini, Raksasa.
Raksasa                : Apaaa? Memangnya kemana dia pergi?
Ayah Timun Mas      : Kami juga tidak tahu kemana dia pergi, raksasa.

Karena Raksasa ini memiliki kesaktian, raksasa pun menggunakan kesaktiannya untuk mencari keberadaan Timun Mas. Kemudian dengan kekuatannya akhirnya sang raksasa dapat mengetahiu keberadaan Timun Mas dan lekas mengejar Timun Mas.

Raksasa       : Mau kemanakah kamu Timun Mas? Kamu akan jadi milikku, kamu tidak akan bisa lolos dariku.
Timu Mas      : Raksasa, sebenarnya apakah yang kamu mau dariku?
Raksasa       : Saya hanya ingin memakan kamu, Timun Mas! 

Kemudian Timun Mas terus berlari dengan kencang dari kejaran si Raksasa. Pelarian Timun Mas akhirnya membawanya bertemu dengan seorang Pangeran Yang gagah nan rupawan.

Pangeran     : Duhai gadis cantik jelita, ada apa dengan kamu, mengapa kamu berlarian disiang hari seperti ini?
Timun Mas    : Saya bukannya asal berlarian, saya melarikan diri dari Raksasa yang ingin memakanku.
Pangeran     : Benarkah? Baiklah, kalau begitu maukah kamu jika say abantu?
Timun Mas    : Ya, tentu saja saya mau.

Akhirnya Timun Mas dan Pangeran melarikan diri dari kejaran si raksasa. Namun, Raksasa juga terus mengejar Timun Mas. Kemudian Timun Mas ingat dengan pesan yang diberikan ibunya. Pertama, Timun Mas Melempar garam Kepada raksasa. Kemudian garam itu menjadi lautan yang dalam dan akhirnya menenggelamkan Raksasa.

Namun, raksasa masih bisa meloloskan diri. Kemudian Timun Mas melempar jarum ke Raksasa, yang kemudian jarum itu menjadi hutan bambu yang cukup lebat.
Akan tetapi, apa yang disayangkan oleh Timun Mas sia-sia adalah karena Raksasa itu kembali dapat melepaskan diri.

Timun Mas Sudah memiliki feeling putus asa, namun Timun Mas masih memiliki satu bekal yang dikasih oleh ibunya. Lalu, Timun Mas melempar terasi kemudian terasi itu berubah menjadi lautan lumpur dan membuat Raksasa itu tidak dapat bernafas hingga mati. Timun Mas pun dapat lolos dari kejaran Raksasa dan menjalai hidup bahagia denagn ayah, ibu dan sanga pangeran yang gagah nan tampan.

Nah, itulah naskah drama Timun Mas yang dapat saya share dengan Anda pada kesempatan berbagai teks drama kali ini, semoga bermanfaat.

Related Posts:

Contoh Drama Perpisahan Sekolah

Berikut contoh naskah drama tema perpisahan sekolah yang diharapkan bermanfaat bagi Anda yang sedang membutuhkannya.

Contoh naskah drama sebelumnya:


Contoh Naskah Drama Perpisahan Sekolah

Pemeran:
1. Dinda
2. Candra
3. Kina
4. Liza

Dinda:
Tidak lama lagi kita akan meninggalkan sekolah tercinta ini. Menurut kalian kesan apa sih yang paling terasa selama tiga tahun berada disekolahan ini?

Candra:
Ya banyak sekali sih.. susah nyebutnya.

Kina:
Kalau aku yang paling berkesan itu waktu Bu Linda negur aku, karena aku nggak ngerjain PR. Dan karena teguran itu aku malah jadi rajin banget belajar dirumah, dan nggak pernah sekalipun nggak mengerjakan PR.

Liza:
Bagi aku yang paling berkesan itu pas pertama kali ketemu kalian diruang kelas yang sebelumnya belum kenal sama sekali kemudian dalam beberapa hari langsung bisa akrab. Aku seneng banget punya teman seperti kalian.

Dinda:
Aku sendiri merasakan banyak kesan yang berarti selama berada disekolahan tercinta ini. Aku nggak akan pernah lupa momen-momen indah bersama kalian semua. Sedih rasanya harus meninggalkan kalian.

Candra:
Meninggalkan kami?

Kina:
Iya.. kok meninggalkan kami? Emang kamu mau lanjutin studi diluar negeri ya?

Dinda:
Nggak sih.. ku mau lanjutin belajar di dalam negeri saja. Meninggalkan kalian maksudku kita kan belum tentu bisa satu sekolah seperti hari-hari kemarin.

Kina:
Iya,, padahal aku berharap bisa bersama kalian sampai kita nggak sekolah lagi. Tapi ya mau gimana orang kita memang sudah waktunya berpisah mungkin.

Dinda:
Meskipun berpisah, tapi kan kita masih bisa bertemu. Kalau urusan beda sekolahan itu kan sebagai yang terbaik buat kita. Sekolahan mana yang terbaik buat kita kan mungkin berbeda-beda sesuai dengan minat kita, bener nggak?

Candra:
Iya.

Liza:
Iya, bener juga sih. Saatnya kita untuk mengejar cita-cita dimasa kecil kita dengan memilih tempat melanjutkan pendidikan yang terbaik untuk kita semua.

Candra:
Eh, kalian nanti ada rencana mau ngasih sesuatu buat guru kita nggak?

Dinda:
Mau ngasih apa emang?

Liza:
Iya, mau ngasih hadiah apa?

Candra:
Ya nggak tahu, ngasih sesuatu yang berkesan gitu maksud aku. Tapi aku sendiri juga nggak tau mau ngasih apaaan. Barangkali aja kalian punya ide.

Kina:
Aku nggak ada ide apa-apa.

Dinda:
Ya sudah, kalau gitu nanti setelah kita perpisahan kita datangin semua guru kita terus kita menyampaikan kepada mereka rasa terimakasih karena telah membimbing kita selama menjadi muridnya. Bagaimana setuju?

Liza:
Ide bagus itu.

Candra:
Kayaknya tepat banget idenya.

Kina:
Iya, aku juga setuju banget.

Dinda:
Temen-temen, sepertinya ini adalah detik-detik terakhir buat kita untuk bisa ngumpul bareng disekolahan tercinta ini. Aku berharap kita tetap bisa fokus belajar meskipun kemungkinan nantinya kita tidak lagi satu sekolah.

Teman-teman Dinda pun terharu mendengarkan nasehat dari Dinda. Ketiga temannya meneteskan air mata sambil memandang serius kewajah Dinda.

Related Posts: