Contoh Naskah Drama Persahabatan

Teks dialog drama yang akan kita bahas peda kesempatan posting artikel contoh naskah drama kali ini adalah naskah drama tema persahabatan. Naskah drama dengan tema persahabatan memang sangat sering digunakan, terutama untuk pementasan sebuah drama dilingkup lembaga pendidikan, seperti di sekolahan.

Pada postingan sebelumnya, naskah drama yang sudah saya share dengan sahabat pembaca adalah contoh naskah drama pendek, naskah drama 2 orang, dan naskah drama 3 orang. Kali ini saya akan mencoba memberikan sebuah referensi berupa sebuah conoh naskah drama tema persahabatan.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi contoh teks drama dengan tema persahabatan, berikut ini contohnya.

Pada suatu hari disebuah kantin

Hilmiah, Djuania dan Dennita  sedang berada di kantin. Mereka sedang makan sambil bercerita. Tiba-tiba datanglah trio evil yang menyambar pembicaraan mereka.

Enie           : Hello, kalian ! ngapain kalian disini ! (memukul meja)

Anisyah      : Ini tuh tempat khusus buat kita ! jadi loh mendingan cabut sana !

Nenie           : Bener tuh ! Loe,  Loe dan Loe out! (menunjuk ke Hilmiah, Djuania dan Dennita)

Hilmiah        : Apa hak kalian mengusir kami. Lagian inikan tempat umum. Bukan tempat bokap kalian !

Anisyah      : Eeeh. Eeeh. Nih anak sudah mulai melawan yah ! Apa perlu saya panggilkan satpam untuk ngusir kalian!

Djuania            : Ok, silahkan saja panggil satpam. Kalian pikir kami takut dengan kalian.

Enie           : Keterlaluan kalian (hampir menampar Djuania, tapi tiba-tiba Dennita berbicara)

Dennita             : Hey.. jangan. Sudahlah, Biar kami saja yang mengalah. Ayo kita pergi dari sini.

Hilmiah, Djuania dan Dennita pun pergi meninggalkan kantin.

Nenie           : Akhirnya mereka pergi juga. Hahaha

Tidak lama berselang bel pun berbunyi. Semua murid mengambil tasnya dan bergegas untuk pulang.

Seperti biasanya grup Sehat sering mengerjakan tugas di rumah Hilmiah. Jadi tiap sore Djuania dan Dennita datang kerumah Hilmiah. Orangtua mereka pun sudah saling mengenal satu sama lain.
Sore, dirumah Hilmiah

Djuania+Dennita    : Assalamualaikum (mengetuk-ngetuk pintu)

Hilmiah        : Waalaikumsalam (membuka pintu) silahkan masuk tuan putri (sambil mengulurkan tangannya kebawah)(sedang bercanda untuk menghibur mereka)

Hilmiah+Djuania+Dennita        : hehehehehe

Mereka ber-3 menuju ke ruang tamu. Tempat dimana mereka sering mengerjakan tugas sambil berbagi cerita. Kali ini tugas yang dikerjakan oleh mereka ber-3 adalah tugas bahasa indonesia yaitu membuat proposal. Mereka lalu mengeluarkan buku dari tas. Tapi kali ini mereka tidak bisa menyelesaikannya karena ada keributan di samping rumah Hilmiah. Entah mengapa orang itu sangat ribut. Mungkin ada masalah di keluarga mereka.

Djuania            : Aduh, berisik amat! Mana bisa kita selesaikan tugas ini kalau situasinya begini.

Dennita             : Tetanggamu kenapa sih? Kok heboh amat!

Hilmiah        : Aku juga nga tau nih. Nga biasa-biasanya mereka ribut seperti ini.

Mereka ber-3 keluar rumah untuk melihat situasi. Ternyata keributan itu datang pada rumah Anisyah. Diluar rumah Anisyah ada kelompok trio evil yang sedang kebingungan. Kelompok Sehat pun menuju ke rumah Anisyah.

Hilmiah        : Anisyah, ada apa dengan kamu?
(Anisyah hanya nangis dan merunduk)

Enie           : Ngapain loh kesini! Sudah pulang sana, mengganggu aja!

Nenie           : Loh kok masih disini. Kalian budek ya! Kami bilang pergi dari sini ! ( dengan suara yang kejam)

Anisyah      : Sudahlah, jangan husir mereka. Mereka kan teman kita juga.

Enie           : Kamu kenapasih Anisyah? Kenapa mesti lo bela mereka?

Nenie           : Anisyah, kamu habis kesambet batu yah ?

Anisyah      : Sudahlah, hentikan semua kebodohan ini.

Enie           : Maksudloh apasih? Gue nga mengerti dengan semua ini!

Nenie           : Baiklah kalo ini mau kamu. Kami akan menurutinya.

Djuania            : Kok kamu sedih sih Anisyah? Emengnya ada apa?

Anisyah      : Aku tidak habis pikir. Kenapa sih orangtuaku selalunya bertengkar. Apa mereka tidak lelah dengan semua ini?

Dennita             : Kamu yang sabar yah Anisyah.

Anisyah      : Tapi aku sudah benar-benar tidak tahan lagi. Hampir setiap hari dan setiap saat aku mendengar bapak dan ibuku bertengkar.

Hilmiah        : Mungkin memang saat ini bapak dan ibumu sedang ada masalah. Berdoa sajalah, semoga masalah mereka segera bisa diatasi.

Enie           : Kami pun akan turut  berdoa agar orangtuamu tidak bertengkar lagi.

Anisyah      : Hatiku hancur waktu mendengar ibuku minta cerai. Seandainya mereka benar-benar bercerai, aku harus ikut siapa? aku malu, malu dan sangat malu sekali teman-teman.

Nenie           : Aku mengerti sekali perasaanmu, tapi kamu juga jangan sampai terlalu sedih karena aku khawatir kalau kamu terlalu sedih nanti malah akan mempengaruhi fisikmu.

Hilmiah        : Iya Anisyah. Semua ini pasti ada jalan keluarnya kok.

Anisyah      : Ah biarlah, seandainya aku sakit, mungkin orang tuaku tidak peduli sama sekali.

Djuania            : Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya.

Dennita             : Mungkin saat ini mereka berdua sedang ada masalah jadi mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka sendiri.

Anisyah      : Percuma aku punya orang tua kalau setiap hari isinya bertengkar saja. Apa mereka berdua tidak malu dengan tetangga yang sudah pasti mendengar suara mereka bertengkar?

Hilmiah        : tapikan biar bagaimana pun juga dia tetap orangtuamu.

Anisyah       : Saya harus bagaimana  (sambil menunduk dan menangis)

Enie            : sampaikan bahwa kamu merasa sangat tidak nyaman bila mereka berdua bertengkar.

Anisyah      : akan saya coba

Nenie           : Nah, kamu jangan sedih lagi ya. Ayo donk tersenyum lagi (sambil mengusap air mata Anisyah)

Anisyah      : terimakasih yah. Kalian sudah ingin menjadi temanku. Dan memberiku semangat dengan cobaan ini. Aku sayang kalian semua.

Hilmiah        : kami juga sayang kok sama kamu.

Kesemua dari mereka lantas berpelukan antara satu sama lain.

Itulah contoh naskah drama dengan tema persahabatan yang bisa saya share dengan Anda pada kesempatan kali ini. Semoga pada postingan berikutnya saya bisa membagikan lebih banyak lagi contoh naskah drama yang mungkin sedang Anda butuhkan.

Related Posts:

Contoh Naskah Drama 5 Orang

Kembali kita akan berbagi contoh naskah drama, dan kali ini contoh naskah drama yang akan menjadi bahasan kita adalah contoh nasakh drama untuk 5 orang pemain. Sebelumnya Anda juga dapat membaca artikel contoh naskah drama 7 orang, naskah drama 6 orang, dan naskah drama singkat.

Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah drama untuk 5 orang pemeran, berikut ini contohnya.

Pagi ini merupakan pagi yang sangat cerah. Jenita dan Joni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi diperpus sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggiya, sahabat mereka.

Anggiya: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”

Jenita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”

Anggiya: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”

Joni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”

Anggiya: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”

[Bel sekolah berbunyi]

Jenita: “Eh ayo masuk kelas!”

[Ketiganya memasuki ruang kelas. Bu Guru masuk bersama seorang murid baru.]

Bu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”
Idwan

Idwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Idwan. Saya berasal dari Aceh.”

Jenita [berbisik pada Anggiya]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggiya hanya mengangguk tanda setuju]

Bu Guru: “Idwan, kamu duduk di belakang Joni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”

[Idwan segera duduk di kursi yang disediakan]

Bu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”

[Pelajaran pun dimulai]

Tiba saatnya jam istirahat. Idwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Idwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.

Joni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Jenita dan Anggiya saat mereka baru kembali dari kantin]

Jenita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Idwan]

Anggiya: “Hei, Idwan. Kenalkan, aku Anggiya, ini Idwan dan Jenita [menunjuk kedua temannya].”

[Ketiganya duduk di sekeliling Idwan]

Idwan: “Hai, salam kenal.”

Joni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”

Idwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”

Jenita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan!

[Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Idwan merasa ditemani]

Saat jam pulang sekolah, Bu Guru memAnggiyal Anggiya dan Joni yang hendak pulang ke rumah.

Bu Guru: “Anggiya, Joni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”

[Anggiya dan Joni menghampiri Bu Guru]

Joni: “Ada apa, Bu?”

Bu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Idwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”

Joni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”

Anggiya: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Jenita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”

Bu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Idwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”

Anggiya: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”

Bu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Idwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Idwan sehingga Idwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”

Joni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”

Bu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggiya dan Joni pamit kemudian pulang]

Di rumahnya, Joni terus menerus memikirkan teman barunya, Idwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggiya dan Jenita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….

Joni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”

Jenita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Idwan.”

Anggiya: “Idwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”

Idwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”

Joni, Anggiya, dan Jenita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Idwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Idwan lebih ceria. Setelah makan…

Idwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”

Jenita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”

Sejak saat itu Idwan menjadi semakin kuat karena mendapat dukungan dari teman-teman barunya. Siswa-siswi lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat, dan suasana kian terasa menyenangkan.

Related Posts:

Contoh Naskah Drama Kelas

Naskah drama kelas kali ini akan menjadi bahasan kita pada postingan contoh naskah drama kali ini. Sebelumnya Anda juga dapat membaca sejumlah artikel contoh naskah drama lainnya, seperti contoh naskah drama pendidikan, contoh naskah drama persahabatan atau contoh naskah drama komedi.

Contoh naskah drama kelas dibawah ini adalah drama untuk 3 orang. Anda bisa menyesuaikannya dengan keperluan Anda.

CONTOH NASKAH DRAMA KELAS

Judul : KepedulianTerhadap Sahabat
Tema : Sosial Pendidikan
Karakter : Duta, Susi, Sari

Sinopsis :
Duta meminta Susi agar menjadi siswi yang lebih teladan dan tidak suka mendendahkan tugas yang diberikan guru sehingga nilai ujiannya bisa membaik. Namun, Susi memang tipikal siswi yang enggan menerima masukan.

Sari adalah teman dekat Susi semenjak kecil. Sari sering menasehati Susi katimbang Duta yang nobanene merupkan teman baru Susi. Namun, meskipun Sari adalah teman dekat Susi seringkali dia tidak memperdulikan saran dan nasehat dari Sari.

Narator :
Disebuah kelas, tepat pada jam 10 pagi Duta menghampiri Susi setelah selesai ulangan mata pelajaran Biologi.

Naskah dialog drama

Duta :
Apa kabar Susi?

Susi :
Aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana? Sehat-sehat juga kan?

Duta :
Ya, aku sehat-sehat saja, terimakasih. Susi, aku boleh nanya sama kamu tidak?

Susi :
Nanya apa? Silakan!

Duta :
Kamu dirumah sepertinya jarang belajar ya?

Susi :
Iya, emang kenapa? Kok kamu tau kalau dirumah aku jarang belajar? Pasti karena setiap ulangan aku nggak pernah bisa negerjain tugas dengan baik ya?

Duta :
Iya. Kamu kenapa malas belajar? Belajar dirumah itu kan sangat penting?!

Susi :
Pastinya begitu, tapi aku emang nggak mau tahu soal pelajaran. Kalau bisa  ya akau kerjakan, kalau tidak ya aku asal isi saja.

Duta :
Wah, kamu nggak bisa seperti itu dong Susi. Sebagai seorang siswi, kamu harus mau belajar lebih giat lagi agar nilai kamu bisa baik, ini kan juga untuk masa depan kamu.

Susi :
Aku nggak mau mikirin yang itu. Ya, biarin saja lah...

Narator :
10 menit kemudian Sari datang menghampiri Susi dan Duta. Sari menanyakan kepada mereka berdua sedang apa yang terlihat sedang ngobrol dengan sangat serius. Duta pun menjawab pertanyaan Sari.

Naskah dialog drama

Sari :
Hai Duta,,, Susi... pada lagi ngapain kok sepertinya serius amat? Jangan-jangan kalian lagi pacaran lagi?!

Duta :
Ah kamu ini ada-ada saja Sari. Ni, aku lagi ngobrol sama Susi terkait ulangan tadi. Susi aku perhatiin tidak bisa mengerjakan tugas, terus aku tanya ke dia apa dia dirumah belajar, dan dianya menjawab kalau watu dirumah dia malas belajar.

Susi :
Iya, kami membicarakan soal itu.

Sari :
Nah itu dia kan Susi, bukan aku saja yang prihatin dengan kamu. Duta pun juga ikut memikirkan masalah itu. Harusnya kamu menyadari itu, dan mau belajar dengan maksimal agar nilai kamu bisa lebih baik.

Susi :
Sudah ah.. kalian ini nongomongin soal ini melulu, malas aku jadinya. Aku mau ke kantin dulu...

Narrator :
Susi kemudian pergi ke kantin untuk membeli minuman dikantin yang lokasinya sekitar 90 meter dari halaman sekolah. Duta pun akhirnya menyusul Susi ke kantin, sementara Sari menunggu mereka dikelas.

Naskah dialog drama

Duta :
Kamu beli minuman apa Susi? Suka minum susu ya?

Susi :
Iya, aku suka minum susu. Kalau kamu Duta?

Duta :
Sebenarnya sama sih, cuman sering juga aku minum yang ada rasa masamnya gitu...

Susi :
Ow... kamu kok kesini, Sari mana?

Duta :
Sari dikelas

Susi :
Kamu nyusul aku ke kantin tapi disini kamu nggak beli minuman?

Duta :
Ya, aku kesini bukan untuk membeli minuman tapi aku masih mau ngomong sama kamu soal tadi. Aku mau kamu bisa lebih serius dengan pendidikan kamu. Ingat, ini adalah momen bagi kamu untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Jangan sepelehkan pendidikan kamu, karena kelak kamu akan menyesal.

Susi :
Ya aku tahu. Duta, aku boleh nanya sama kamu?

Duta :
Tentu saja boleh, kamu  mau nanya apa?

Susi :
Kenapa sih kamu peduli banget sama aku, padahal aku saja nggak seberapa mikirin hal itu?

Duta :
Sebagai seorang teman aku hanya berusaha mengingatkan kamu, agar aku bisa menjadi seorang teman yang berguna bagi teman-teman aku. Bukan kamu saja, teman-temanku yang lain jika mereka berbuat kesalahan aku juga akan mengingatkannya.

Susi :
Kamu baik sekali, nggak nyangka ternyata kamu bukan ganteng rupanya doang, tapi hati kamu juga ganteng.

Duta :
Ah kamu ini,, bisa saja.

Susi :
Ok, selama ini aku memang nggak mau tau soal pelajaran, yang penting aku bisa happy. Tapi, setelah mendengar nasehat kamu, aku sadar bahwa memang harus ada perubahan. Aku harus bisa lebih baik lagi. Aku akan berusaha, terimakasih atas nasehat kamu yang sangat berarti.

Duta :
Nah, begitu dong. Itu baru teman aku!

Narator :
Mereka berdua akhirnya masuk ke kelas, karena sebentar lagi jam pelajaran kedua akan dimulai.

Naskah dialog drama

Duta :
Ok Susi, sepertinya lonceng sudah mau bunyi nih.. yuuk buruan masuk kelas!

Susi :
Iya, ayukkk...

Drama Kelas – Selesai

Demikian contoh naskah drama kelas. Semoga contoh naskah drama kelas ini bermanfaat bagi Anda.

Related Posts:

Contoh Naskah Drama 7 Orang Tema Kebersihan Lingkungan

Contoh naskah drama 7 orang yang akan saya share berikut ini adalah sebuah naskah drama dengan tema seputar kepedulian sosial berupa keprihatinan beberapa remaja dikampung terhadap prilaku masyarakat yang suka membuang sampah secara asal-asalan.

Sebelumnya saya sudah memposting beberapa contoh artikel teks dialog drama lainnya, yaitu contoh naskah dialog drama sekolah, naskah drama bahasa Inggris, dan contoh naskah drama singkat.

Langsung saja, bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh skrip drama untuk 7 orang pemain, berikut ini contohnya.


Judul : Kebersihan Lingkungan

Tema : Drama Sosial

Pemeran :

1. Yono
2. Toni
3. Juanto
4. Elsa
5. Dona
6. Luvan
7. Indah

Yono, dan para sahabatnya merupbakal remaja yang sangat peduli dengan kondisi kesehatan lingkungannya. Pada suatu hari, Yono dan teman-sahabatnya berkumpul disebuah tempat dan mereka membahas tentang prilaku masyarakat yang tak memiliki kecintaan terhadap kesehatan lingkungan dengan membuang sampah sesuka mereka tanpa mempedulikan kerusakan lingkungan.

Melihat kondisi ini, Yono dan sahabat-sahabatnya merasa sangat kuatir suatu hari nanti desanya bakal menjadi desa yang bermasalah lantaran prilaku warganya yang tak memperhatikan kebersihan.

Naskah dialog drama

Yono :
Kalau masyarakat tak memiliki kesadaran, dan membuang sampah tak pada tempatnya, maka sepertinya tak lama lagi desa kita ini bakal dilanda banjir.

Toni :
Iya, benar itu. Seharusnya masyarakat memiliki kesadaran bahwa sangat penting sekali untuk menjaga kebersihan desa agar tak terjadi hal-hal yang merugikan.

Juanto :
Memang susah untuk bisa menyadarkan warga. Kalian tahu kalau warga masyarakat di desa kita ini memang cukup primitif dan pola pikirnya masih sangat memprihatinkan.

Elsa :
Iya, memang begitulah kondisinya. Andai saja mereka peka terhadap lingkungannya, tentu mereka tak bakal membuang sampah sembarangan.

Dona :
Lalu, menurut kalian apa ada solusi yang terbaik untuk menyikapi kondisi ini? Apa yang harus kita lakukan agar warga didesa kita ini lebih peduli dengan kesehatan lingkungannya?

Luvan :
Sudahlah, kalian tak usah terlalu memperdulikan lingkungan. Bagaimanapun juga kita tak bakal bisa menjadikan desa ini bersih, karena masyarakatnya memang sulit diatur.

Indah :
Kamu tak boleh berpikiran seperti itu dong Luk. Bagaimanapun juga kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan didesa kita, dan untuk itu kita memang harus rela sedikit keluar keringat, baik itu dengan membuat warga memiliki kesadaran, memasang papan tanda, atau dengan cara-cara yang lainnya.

Yono :
Aku setuju dengan gagasan kamu. Sebaiknya kita mulai membangun kesadaran warga agar permasalahan ini tak terus berlanjut.

Toni :
Saya juga sangat setuju, tapi permasalahannya darimana kita harus memulainya? Apakah kita harus memberikan sangsi kepada warga yang tak patuh terhadap peraturan?

Juanto :
Kalau menurut saya, sebaiknya kita membuat agenda pertemuan atau seperti dialog bersama, lalu kita sampaikan kepada para warga bahwasannya mereka harus peduli dengan kesehatan lingkungannya, dan tak membuang sampah sesukanya.

Elsa :
Bagus itu, saya setuju dengan gagasan itu. Sebaiknya kita ajak warga untuk berkumpul, dan kita kasih pencerahan sedikit tentang pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dona :
Okey, kalau begitu menurut kalian kapan waktu yang tepat bagi kita bakal membuat jadwal pertemuan?

Luvan :
Kalau bisa, menurut aku harus secepatnya. Tapi, usahbakal jadwal pertemuannya disaat mereka sedang ada waktu lowong agar semua yang diundang bisa hadir.

Indah :
Iya, aku sangat setuju. Sebaiknya kita membuat agenda pertemuan secepatnya, dan kita bakal menyusun acara apa saja yang bakal dibahas pada pertemuan itu.

Yono :
Okey, nanti malam saya bakal menemui kepala desa dulu untuk memberitahukan agenda kita, dan setelah itu saya bakal kabari kalian.

Teman-teman Yono :
Okey, kami bakal menunggu kabar dari kamu. Jika kamu sudah ketemu dengan kepala desa, harap kabari kami secepatnya.

Naskah dialog drama - End

Demikian sebuah contoh naskah drama dengan topik seputar kebersihan lingkungan untuk 7 orang pemeran, semoga bermanfaat. 

Related Posts:

Contoh Naskah Drama 3 Orang

Naskah drama 3 pemain memang termasuk salah satu naskah dialog drama yang sering dicari orang, karena adegan drama dengan jumlah pemeran 3 orang cukup sering dipertontonkan. Sebelumnya saya sudah menuliskan beberapa contoh teks drama, yaitu naskah drama 4 orang, naskah drama 5 orang, dan naskah drama 6 orang.

Jika Anda termasuk orang yang cukup terobsesi dengan drama, maka tentunya Anda menyadari bahwa penulisan naskah dialog drama yang bagus sejatinya sangat mempengaruhi hasil akhir dari pementasan drama itu sendiri. Jika skrip drama ditulis secara baik, maka sudah barang tentu hasilnya akan memuaskan saat dipanggung.

Kali ini saya akan share contoh naskah drama untuk 3 orang pemain, diharapkan contoh teks skenario drama berikut ini berguna bagi Anda yang sedang mencari referensi contoh teks dialog drama lengkap. Dan berikut ini contoh naskah drama untuk 3 pemeran.

Tema drama : Persahabatan
Alur drama : Kisah persahabatan yang rusak akibat hasutan

Natalia : Gadis berumur 14 tahun, berjibab, kecil, baik hati, sabar, jujur dan suka menolong.

Andinie : Gadis berumur 14 tahun, berjilbab, baik hati, tidak Pilih-pilih, mudah percaya, dan suka merendahkan.

Melody : Gadis berumur 14 tahun, berjibab, baik hati, tidah pilih-pilih, dan mudah percaya kepada orang lain.

Alliandi : Laki-laki berumur 14 tahun, gemuk, rambut keriting, suka Memfitnah, iri hati, sukamerendahkan orang lain.

Alur cerita [..]

Kisah ini terjadi disebuah sekolah yang sangat terkenal bernama SMPN 1 Tunas Bangsa.
Disana ada suatu persahabatan yang sangat erat yang bisa mereka sebut dengan 3BG.
Di ruangan kelas yang terdapat berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu
keributan, yang disebabkan salah satu anggota 3BG.

Alliandi : Kenapa ya...., persahabatan 3BG kok sangat erat ? aku ingin persahabatan mereka jadi

putus, tapi bagaimana caranya ? (diam sambil memikir sesuatu)

Alliandi : Ah…., aku curi saja dompetnya Andinie, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Natalia,

Andinie dan Melody pasti akan Akan menuduh Natalia.” Terlihat anggota 3BG masuk kedalam kelas tertawa-tawa.

Andinie : ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah )

Melody : Ada apa Din, kok kayaknya gelisah banget ?

Andinie : Aduh gimana nih, dompetku hilang.

Natalia : Kok bias hilang, mungkin ada di rumah kamu.

Andinie : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah Ku masukkan kedalam tasku.

(Tiba-tiba Alliandi memotong pembicaraan mereka dengan lagak sok tahu)

Alliandi : Aku tahu siapa yang mencuri dompet kamu.

Andinie : Emangnya siapa Al ?

Alliandi : Dia adalah sahabatmu sendiri yang bernama Natalia.

Melody : Nggak mungkinlah dia yang mencuri dompetku, kamu kok sok tahu banget sih.

Alliandi : Ya sudah kalau kamu nggak percaya, kamu geledah tasnya Natalia.

Andinie : Maafkan aku Lia, aku harus menggeledah tasmu untuk Membuktikan omong
kosongnya Alliandi.

Natalia : Ya sudahlah nggak apa ?”

Andinie dan Melody menggeledah tasnya Natalia dan beberapa lama kemudian dompet Andinie ditemukan ditasnya Natalia.

Alliandi : Tuhkan bener kataku, Natalia si miskin itu yang mencurinya.

Andinie : Kamu kok tega sih Natalia, kalau kamu butuh uang kamu tinggal bilang sama kami,

bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu kok tega banget.

Natalia : Tapi bukan aku yang mencurinya.

Alliandi : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet Andinie ada ditas kamukan?

Melody : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.

Andinie : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kamu lagi.

Melody : Dasar kau anak miskin. ( sambil menampar pipi Natalia )

Mereka kemudian duduk ditempat mereka masing-masing

Natalia : Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan pada persahabatan Kami, apa salah kam sehingga kau memberi cobaan ini, Ya Allah kembalikan persahabatan kami seperti dulu lagi.

Beberapa lama kemudian bel pulang berbunyi, Andinie dan Melody pulang bersama tanpa Natalia.

Diperjalanan pulang Andinie menerima telpon dari Papanya yang berada diluar negeri.

Kring………kring…..kring….

Andinie : Hallo assalamu alaikum, ada apa Pa, kok tumben telpon aku.

Papa : Waalaikum salam, Din Papa mau kasih kabar ke kamu, sebelumnya maafkan Papa, perusahaan Papa Disini bangkrut.

Andinie : Apa Pa, bangkrut kok bias begitu ?

Papa : proyek yang Papa Buat mengelami rugi yang sangat besar, Jadi Papa harus menjual perusahaan Papa untuk membayar ganti rugi.

Andinie : Jadi kita jatuh miskin Pa?

Papa : Begitulah, besok Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, dan kita harus cari
kontrakan rumah, karena rumah kita akan di segel oleh bank.

Tiba-tiba Andinie memutuskan telpon dengan rasa tidak percaya.

Andinie : Ini nggak mungkin. ( sambil membanting HP nya)

Melody : Ada apa Din ?

Andinie : Perusahaan Papaku bangkrut dan sekarang aku jatuh miskin.

Melody : Sabar ya.. Din, ini pasti bias kamu lewati kok.

Andinie : Melody kamu adalah sahabat aku yang paling setia tinggalkan aku.

Melody : Ya… nggak mungkinlah aku ninggalin kamu, tidak seperti Natalia yang menghianati sahabatnya sendiri.

Andinie : Terima kasih Melody.

Tiba-tiba ada motor yang melaju kencang hingga menambrak Melody, untungnya saja Natalia menolong Melody.

Natalia : Awas Melody.( sambil berteriak dan mendorong Melody )

Melody : Kamu nggak apakan Natalia.

Natalia : Nggak aku nggak apa kok.

( Pengendara motor itu kemudian turun dari mobil )

Alliandi : Kamu nggak apa kan Natalia.

Natalia, Andinie, Melody : Alliandi…..denganku, tolong jangan

Alliandi : Maafkan aku yaaa, aku nggak sengaja.

Melody : Makanya kalau naik motor itu jangan kencang-kencang.

Alliandi : Ya.. maafkan aku.

Andinie : Ya.... sudahlah nggak apa.

Alliandi : Din aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tentang masalah tadi di kelas.

Andinie : Emangnya ada apa Al.

Alliandi : Sebenarnya yang mencuri dompet kamu itu bukan Natalia, melainkan aku.

Andinie : Apa Alliandi.

Alliandi : Aku iri dengan persahabatan kalian yang sangat erat, makanya itu aku mencoba untuk merusak persahabatan kalian, sekali lagi maafkan aku.

Andinie : Jadi bukan Natalia yang mencurinya ?

Melody : Jadi persahabatan kita bersatu lagi dong.

Andinie : Bersahabatan kita akan selalu abadi sepanjang masa.

Natalia : Sampai akhir hayat menjemput kita, persahabatan ini Akan tetap bersatu... bersatu.

Andinie : 3BG.

Melody : Three.

Natalia : Beautiful.

Andinie : Girl.

( Sambil menujukkan tanda persahabatan mereka yang berupa cincin )

Alliandi : Oke deh.

( Sambil mengacungkan jempol )

Akhirnya persahabatan mereka berhasil disatukan kembali, dan tidak ada yang membuat mereka menjadi terpisah hingga maut menjemput.

Demkian artikel contoh naskah drama untuk 3 orang pemain, semoga contoh naskah drama diatas bermanfaat bagi para pembaca.

Related Posts: